| |
|
| Kualifikasi | Gol. SP-PJT |
| A | B | C | D | Jumlah |
| GRED 7 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 |
| GRED 6 | 0 | 16 | 20 | 0 | 36 |
| GRED 5 | 0 | 36 | 8 | 0 | 44 |
| GRED 4 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 |
| GRED 3 | 0 | 0 | 4 | 1 | 5 |
| GRED 2 | 1 | 6 | 16 | 2 | 25 |
SEKILAS SEJARAH LAHIRNYA AKLI BALI
Sejalan dengan berkembangnya pembangunan pembangkit listrik sejak 1960 – an di Bali, untuk dipasarkan kepada masyarakat di Bali, bermunculan pelaku bisnis kelistrikan.
Dengan adanya pemasaran listrik di Bali maka secara bertahap mulailah muncul bisnis instalatir listrik yang waktu itu pasnya ( ijinnya ) dikeluarkan oleh PLN.
Para instalatir pada waktu itu adalah khusus menangani pemasangan instalasi rumah dan perkantoran-perkantoran, pengusaha, industri-industri kecil.
Dan apabila sudah selesai pemasangan harus hasil pekerjaan diperiksa oleh PLN dan apabila telah lulus uji PLN barulah pelayanan tersebut bisa disambung listriknya.
Dengan pesatnya pembangunan kelistrikan waktu itu secara terus menerus, sehingga pada tahun 1970 mulailah pemerintah membangun proyek secara nasional disebut Repelita.
Rencana pembangunan lima tahun tahap I ( pertama )pada saat-saat gencarnya proyek-proyek Repelita juga dibarengi dengan Rencana pembangunan secara fisik oleh PLN secara bertahap sampai ke desa-desa ( yang waktu itu disebut listrik masuk desa ) atau disebut ( PKD ).
Sejalan dengan gencarnya PLN membangun jaringan tegangan rendah, tegangan 6 KV dan tegangan menengah, gardu-gardu listrik, maka timbullah prakarsa dari para instalatir untuk membentuk persatuan instalatiur pada saat itu disebut Gabungan Instalatiur Daerah Bali disingkat ( Gabindab ) diakui oleh PLN dibentuk pada tanggal 8 Pebruari 1978.
Dengan susunan pengurus sebagai berikut :
1. Ketua : Putu Supartha Yuma ( CV. Angkasa )
2. Ketua I : Nengah Budiasa ( CV. Listrikum )
3. Ketua II : Eliyas Suroso ( Fa. Realis )
4. Sekretaris : Eko Sukadi ( CV. Eka Jaya )
5. Bendahara : I Ketut Tedja Kusuma ( CV. Cahaya Baru )
Pada tanggal 23 sampai dengan 24 September 1980 GABINDAb diundang oleh HILI ( Himpunan Instalatir Listrik Indonesia ) Jakarta untuk hadir di gedung PLN Pusat ( Truno Joyo ) dengan acara pelaksanaan KONVENSI I ( Pertama ) yang tujuannya adalah membentuk Asosiasi Profesi yang bersekala Nasional dan beberapa Gabungan diseluruh Indonesia ikut hadir.
Kehadiran pengurus GABINDAB yang diwakili oleh kelima pengurus tersebut diatas bersama dua orang utusan lainnya yaitu :
1. M. Hasyim ( PT Teknik Umum )
2. I Wayan Dhana ( CV. Elektron )
Dalam Konvensi tersebut antara lain disepekati :
Semua seluruh Instalatiiur di Indonesia sepakat meleburkan diri dalam satu wadah tunggal dengan nama :
Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia ( disingkat AKLI ).
Dan konvensi pada tanggal 24 September 1980, pada saat itu juga hari jadi Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia ( AKLI ).
Dan selanjutnya semua wilayah / distribusi PLN / Propinsi membentuk AKLI.
Untuk di Bali pada saat ikonvensi juga GABINDAB DILEBUR MENJADI AKLI Bali dibentuk Dewan Pengurus Daerah Bali ( DPD ) Bali.
Yang kepengurusannya pada saat itu tahun 1980 s/d tahun 1983 adalah sebagai berikut :
• Ketua : M. Hasyim
• Sekretaris : Putu Supartha Yuma
• Bendahara : Eko Sukadi
• Bidang Organisasi (Intern) : W. Syafrin
• Wakil Bid. Intern : Ketut Gunadika, BE
• Bidang Extern : Made Rai Suartana
• Wakil Bid. Extern : I Wayan Dhana
Dan selanjutnya kepengurusan perioda 1983 sampai dengan 1986.kembali lagi terpilih selaku ketua DPD oleh M. Hasyim
Dari periode ke periode masa kepengurusan DPD AKLI Bali adalah :
• Periode tahun 1983 s/d 1986 – oleh M. Hasyim
• Periode tahun 1986 s/d 1990 – oleh Ir. Ketut Toya
• Periode tahun 1990 s/d 1995 – oleh Ketut Gunadika, BE
• Periode tahun 1995 s/d 1999 – oleh Ketut Gunadika, BE
• Periode tahun 1999 s/d 2002 – dipimpin oleh Drs. Putu Parwatha,MK, MBA, MSc
• Periode tahun 2002 s/d 2005 – s.d.a.
Demikian sekilas perjalanan tentang keberadaan DPD AKLI Bali dan sampai saat ini kepengurusannya masih tetap eksis.
Denpasar, 9 Oktober 2005.
Yang membuat / Narasumber adalah :
I. Putu Supartha Yuma, SE ( CV. Partha Angkasa )
II. I Wayan Dhana ( PT. Budaya Sri Utama )
III. Ketut Tedja Kusuma ( CV. Cahaya Baru )
|
|
|